? ??????????????Time to Party? ????? ?? ???Rating: 5.0 (1 Rating)??0 Grabs Today. 1115 Total Grabs. ??????
Preview?? | ??Get the Code?? ?? ????1?? ?????Party Hard? ????? ?? ???Rating: 5.0 (2 Ratings)??0 Grabs Today. 1171 Total Grabs. ??????Preview?? | ??Get the Code?? ?? ???????????? ???? BLOGGER TEMPLATES AND TWITTER BACKGROUNDS ?

Sabtu, 23 Januari 2010

PROFIL MUSLIM DI ERA GLOBALISASI

PROFIL MUSLIM DI ERA GLOBALISASI

2.1. Pengertian Pribadi Muslim di Era Globalisasi

Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Edisi Baru pribadi diartikan “manusia sebagai perseorangan, diri manusia atau diri orang sendiri”.

Sedangkan kata muslim artinya orang yang telah berpasrah diri, dalam hal ini berpasrah kepada Tuhan, tetapi dalam rangking manusia berkualitas, seorang yang baru pada tingkat muslim berada pada tingkatan terendah. Karakteristik seorang muslim adalah seorang yang telah meyakini supremasi kebenaran itu, tetapi dalam praktek ia belum tangguh karena ia masih suka melakukan hal-hal yang kecil. Sedangkan orang yang sudah mencapai kualitas mukmin adalah seorang muslim yang sudah istiqomah atau konsisten dalam berpegangan kepada nilai-nilai kebenaran, sampai kepada hal-hal yang kecil.

Dalam hadits Nabi disebutkan bahwa iman itu mempunyai tujuh puluh cabang, artinya indicator seorang mukmin itu ada tujuh puluh variable.

Kemudian globalisasi adalah sebuah era modern di mana dunia ini terasa seperti sebuah kampung kecil. Interaksi antar Negara, peradaban dan budaya semakin mudah dilakukan. Proses saling mempengaruhi antar satu budaya dengan budaya yang lain semakin intens dan dengan proses yang cepat, baik budaya itu bersifat positif atau negative. Sehingga pada akhirnya globalisasi menjadi alat untuk saling mempengaruhi antar peradaban, budaya, ideologi, bahkan agama.

Jadi dapat diartikan bahwa pribadi muslim berarti manusia yang berkualitas yang telah berpasrah diri kepada Allah Swt dan tidak terpengaruh oleh era modern, berpegang teguh kepada keimanannya dan tidak tergoyahkan.

2.2. Tantangan dan Peluang di Era Globalisasi

Globalisasi sebagai suatu proses pertukaran nilai budaya yang mendunia telah mempengaruhi kehidupan umat manusia tanpa mengenal batas-batas demografi suatu Negara. Proses yang terjadi bersamaan dengan dahsyatnya perkembangan informasi dan transpormasi peradaban lewat modernisasi ternyata juga melahirkan ketidak puasan masyarakat modern.

Di samping mendatangnya hal-hal positif, globalisasi sepertinya membutuhkan kecenderungan baru terhadap masyarakat terhadap sesuatu yang bersifat kebendaan (materialisme), mementingkan diri sendiri, (individualisme), kenikmatan badaniah (hedonisme), serta hasrat untuk menguasai yang lain dalam berbagai aspek kehidupan. Oleh karenanya, sering terjadi pelanggaran terhadap unsure-unsur normatif yang telah menjadi anutan nilai masyarakat.

Seorang muslim haruslah dapat menguasai diri dan menahan hawa nafsu terhadap hal-hal tersebut. Muslim yang baik dan berpegang teguh kepada keimanannya berpandangan kritis dalam menghadapinya. Walaupun perkembangan di era globalisasi sedemikian pesatnya, satu sikap seorang muslim haruslah kuat dan terbuka, yang bangga dengan identitas dirinya yang sadar akan misinya yang berpegang teguh dengan orientasi ajaran agamanya, yang yakin akan ke universalannya dan yakin akan peradaban umatnya.

Sebagai contoh ketika terjadi pelecehan yang dilakukan seorang kartunis barat terhadap Nabi besar Muhammad Saw merupakan salah satu contoh dimana penghormatan terhadap peradaban ternyata masih sangat lemah. Dan pelecehan tersebut telah mengundang kemarahan umat islam di seluruh dunia dan ini tentu saja sebagai akibat terbukanya kran kebebasan pers yang amat lebar sehingga menjadi tidak terkendali. Padahal dalam konteks ini, kebebasan berekspresi seharusnya di ikuti dengan sikap penghormatan terhadap nilai dan ajaran agama komunitas lain sehingga tercipta toleransi yang tinggi pada tataran global.

Pemutaran gambaran baginda Besar Nabi Muhammad Saw oleh media masa barat sesungguhnya merupakan issu teroris gaya baru dan merupakan tantangan umat Islam (muslim) di era globalisasi. Gambaran tersebut telah menodai rasa kecintaan dan keyakinan umat Islam di seluruh dunia. Dengan sikap kecintaan tersebut, umat Islam justru akan rela mengorbankan jiwa dan seluruh kepentingan hidupnya oleh sebab itu, kasus penerbitan penghinaan Nabi Besar Muhammad Saw ini tidak bisa dibenarkan dan jangan dibiarkan, meskipun dibawah naungan kebebasan berekspresi.

Bila sang kartunis barat itu memperhatikan paradigma sosialnya dalam menciptakan perdamaian dunia, maka perdamaian akan dapat terwujud bila ada saling penghormatan terhadap yang lain. Pemaknaan terhadap takwa, disamping secara individual berarti melaksanakan perintah Allah Swt dan menjauhi segala yang dilarang-Nya, prinsip ini juga memberikan dorongan psikologis yang kuat untuk saling berkomunikasi dan berinteraksi antar umat Islam dengan umat yang lain secara damai dan toleransi.

Sebagai agama rahmatan lil alamin, islam sebenarnya hadir dengan cara amat yang simpatik, ramah, santun, serta tidak menyebarkan fitnah yang dapat mengakibatkan kerusuhan dan membakar amarah. Dalam penyebarannya, Islam tidak membenarkan adanya paksaan. Sebab, paksaan terhadap suatu agama hanya akan menimbulkan problem baru yang lebih berbahaya. Karena itu, dalam proses dakwah misalnya, Islam melakukan penyebaran ajarannya dengan melalui tiga fase yang sempurna.

Fase pertama, bersifat mendidik dan memperbaiki individual dalam rangka meningkatkan harkat dan martabat kemanusiaan. Islam memandang nilai-nilai kodrati hak azasi manusia secara universal harus dihormati dan berlaku sama bagi semua bangsa dan negara.

Fase kedua, menegakan keadilan di tengah-tengah masyarakat dalam segala aspek kehidupan umat, dalam negara, antar Negara-negara dan bangsa, hukum, pilitik, dan ekonomi. Demikian juga dengan keadilan dalam penyebaran informasi dan hak azasi, serta dalam menegakan keadilan sosial.

Fase ketiga, merealisasikan masalah atau kemanfaatan bagi umat dan menolak dengan filter “Rahmatan lil alamin” segala sesuatu yang menimbulkan bencana atau kerusakan. Karena itu juga Islam menghormati kebinekaan budaya berbagai bangsa dan suku bangsa di dunia dalam kolidor Sunatullah.

Karena itu era globalisasi, semua muslim harus mampu menunjukan bahwa mereka telah modern dan dapat menjadi rahmat serta membawa kebaikan bagi umat lainnya. Institusi pendidikan islam atau pesantren sudah sewajarnya mengembangkan kelembagaan serta sistem organisasi yang sesuai dengan tuntutan zaman. Di samping itu menghadapi globalisasi, umat Islam secara normatif juga harus mampu menjaga diri dan memeranmgi hawa nafsu yang tidak terkendaliakan merusak tatanan sosial kemasyarakatan. Cita-cita untuk menjadi masyarakat madani hanya akan dapat apabila umat Islam dapat merealisasikan ajaran Iislam secara kaffah dalam kehidupan mereka sehari-hari.

2.3. Profil Pribadi Muslim Di Era Globalisasi

Kehidupan mengenal tiga golongan manusia, sebagaimana yang disebutkan dalam Al-Qur’an dalam surat Al-Baqoroh ayat 2-8 memberikan benang merah tentang adanya tiga golongan berikut :

1. Orang yang beriman 100% atau kita sebut “Muslim Sejati”.

2. Orang kafir, yang tidak beriman sama sekali.

3. Orang yang pura-pura beriman (Munafik).

Muslim sejati menduduki peringkat tertinggi dan paling terhormat di antara manusia. Sebaliknya golongan kedua dan ketiga sangat hina dan celaka. Yang menjadi pertanyaan : Dimanakah posisi kita ? termasuk dalam golongan apa anak-anak, istri, suami dan keluarga kita? Indikasi golongan kedua dan ketiga bisa bermacam-macam, mulai dari keengganan mendirikan shalat sampai penolakan terhadap hukum Allah.

2.3.1. Keimanan Kaum Muslim

Langkah pertama untuk menjadi muslim sejati adalah membenahi iman. Pelajaran dan imani Allah, para Malaikat, Kitab-kitabnya, Rasul-rasulnya, Hari akhir dan Qadha serta Qadarnya dengan benar. Seorang muslim adalah orang-orang yang cinta sekali kepada Allah Swt dan beriman kepada semua Nabi, mereka senantiasa bersama allah dan tak pernah bercerai-cerai pada-Nya. Iman mereka mantap, tujuan hidupnya menegakan tauhid, dengan senantiasa mengabdikan dan beribadah kepada Allah. (Surat ke Tiga ayat 31).

2.3.2. Sifat dan Sikap Kaum Muslim

a) Mereka adalah orang-orang yang setia pada janji bantu-membantu dalam kebajikan dan bukan kejahatan.

b) Bersikap adil walaupun harus merugikan diri-sendiri atau golongannya (Surat An-Nisa ayat 135).

c) Saling menghormati dengan sesama muslim (Surat Al-Hujurat ayat 11-12).

d) Bersikap jujur walaupun lawan.

e) Bersatu.

f) Mendapat rizki yangt baik, dan hidup secara wajar.

g) Serta hebat sekali keberaniannya dan pantang mundur menghadapi lawan.

h) Mendapat kemenangan sekalipun menghadapi lawan yang jumlahnya jauh lebih banyak.

i) Terhadap orang kafir sikapnya keras dan tegas, sebaliknya dengan sesama muslim kasih-mengkasihi.

2.3.3. Sabar dan Teguh Menghadapi Cobaan

Di lain pihak mereka tidak bebas dari cobaan dan aniaya, mereka akan mengalami cobaan-cobaan Tuhan berupa malapetaka dan kesengsaraan serta diguncang dengan bermacam-macam cobaan sebagai penguji iman mereka. Berupa sedikit ketakutan atau kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan pangan. Orang-orang muslim mungkin pula mengalami pengusiran dan penganiayaan atau bahkan gugur dijalan Allah, tetapi mereka tetap teguh hati dan tawakkal kepada-Nya karena mereka mendapat kebahagiaan dari Tuhan sebagai ganjaran atas kesabaran mereka.

Gambaran di atas merupakan sebagian dari citra mengenai kaum muslimin menurut Al-Qur’an yang menunjukan betapa luhur dan mantapnya pribadi muslim yang diunggulkan dan dimuliakan di antara sesama manusia.

2.3.4. Tanggung JawabSeorang Muslim

Muslim yang dibutuhkan dan diridhai Allah adalah mereka yang hati dan mulutnya bergetar ketika mengucapkan kalimat syahadat Asyadu alla ilaha illallah wa asyadu anna Muhammadan Rosulullah” yang berfikir keras bagaimana caranya menyelamatkan agama Allah, dan bersungguh-sungguh melaksanakan perintah-Nya dan meninggalkan larangan-Nya.

Seorang muslim sejati menyadari tanggung jawab-nya terhadap agama dan pengamalannya. Ia tidak akan berpangku tangan menyaksikan kehancuran dan kebobrokan dalam masyarakat. Kosongnya masjid dari jama’ah shalat fardhu tidak luput dari perhatiannya. Ia tidak rela dengan merebaknya pornografi dan pornoaksi sehingga dia melakukan sesuatu (sesuai dengan kemauan) untuk membendungnya. Demikian seterusnya, dia tidak nyaman sebelum Islam menjadi agama yang di amalkan.

Kamis, 10 Desember 2009

TIPS 2 Hari ke-3

TABEL 3

Masalah 1

Pengembangan 1

Bila para koruptor bisa dihukum dengan seberat-beratnya, apa jadinya dengan :

  1. Uang korupsi yang di kembalikan.
  2. Masyarakat menengah ke bawah

1. Apa akibatnya bila uang korupsi dikembalikan ?

Jawab : Mungkin akan dimasukan ke kas Negara

2. Apa akibatnya bila uang korupsi dimasukan ke kas Negara ?

Jawab : Mungkin akan membantu masyarakat kecil.

3. Apa akibatnya bila membantu masyarakat kecil ?

Jawab : Mungkin tidak akan ada orang miskin.

4. Apa akibatnya tidak ada orang miskin?

Jawab : Mungkin semua warga Negara Indonesia akan hidup sejahtera.

5. Apa akibatnya bila Negara Indonesia sejahtera ?

Jawab : Mungkin masyarakat Indonesia akan hidup makmur dan bahagia

Masalah 2

Pengembangan 2

Para koruptor tidak dihukum.

1. Kenapa koruptor tidak di hukum?

Jawab : Karena mereka menyuap hakim,

2. Kenapa mereka menyuap hakim?

Jawab : Karena tidak ingin di penjara.

3. Kenapa tidak ingin di penjara ?

Jawab : Karena akan tinggal di balik jeruji dan tidak ada apa-apa.

4. Kenapa tidak ada apa-apa ?

Jawab : Agar bisa merenung kesalahannya dan kembali ke jalan yang benar.

5. Kenapa harus merenung dan sadar?

Jawab : Agar bisa memperbaiki hidupnya setelah keluar dari penjara dan bertaubat kepada Allah swt.

TAPI APA MEREKA MAU MENGEMBALIKANNYA???!!!

TIPS 2 Hari ke-2

TABEL 2

Masalah 1

Pengembangan 1

Jika supir angkot sedang mengemudi kemudian kecelakaan, semuanya terjadi karena

  1. kelalaian supir.
  2. Kefokusan supir terhadap lalu lintas

1. Apa akibatnya bila supir angkot kecelakaan ?

Jawab : Akan menghilangkan nyawanya atau cacat

2. Apa akibatnya bila nyawanya hilang atau cacat ?

Jawab : Tidak akan ada menafkahi keluarganya.

3. Apa akibatnya bila tidak menafkahi keluarganya ?

Jawab : Keluarganya akan hidup susah.

4. Apa akibatnya bila keluarganya hidup susah ?

Jawab : Akan dipandag sebelah mata oleh orang lain.

5. apa akibatnya bila dipandang sebelah mata ?

Jawab : Akan merasa tuhan tidak berlaku adil.

Masalah 2

Pengembangan 2

Supir angkot bisa selamat dalam mengemudi.

1. Kenapa supir bisa selamat ? Jawab : karena hati-hati dalam mengemudi.

2. Kenapa hati-hati dalam mengemudi ? Jawab : Karena mematuhi rambu-rambu lalu lintas.

3. Kenapa mematuhi rambu-rambu lalu lintas ? Jawab : Karena untuk menyelamatkan jiwa dan raganya.

4. Kenapa untuk menyelamatkan jiwa dan raganya ? Jawab : Karena akan terhindar dari kematian.

5. Kenapa terhindar dari kematian ? Jawab : Karena supir masih bisa mencari nafkah untuk keluarga dan bribadah kepada Allas Swt.

TIPS 2 Hari ke-1

TABEL 1

Masalah 1

Pengembangan 1

Jika tahun 2012 akan terjadi kiamat, apa jadinya dengan :

a. kehancuran di alam semesta

b. ketakwaan manusia di hadapan Tuhannya

1. Apa akibatnya bila terjadi kiamat ? jawab : akan terjadi kehancuran di alam semesta ini.

2. Apa akibatnya bila terjadi kehancuran? Jawab : tidak akan ada yang tersisa di muka bumi ini.

3. Apa akibatnya bila tidak ada yang tersisa ?

Jawab : tidak akan ada kehidupan lagi

4. Apa akibatnya bila tidak ada kehidupan lagi ? Jawab : maka akan ada kehidupan lain setelah di dunia.

5. Apa akibatnya bila ada kehidupan lain ? jawab : Akan ada kehidupan yang abadi yaitu di alam akhirat.

Masalah 2

Pengembangan 2

Tahun 2012 tidak akan kiamat.

1. Kenapa tahun 2012 tidak akan kiamat ? Jawab : Karena tidak ada yang tahu kapan terjadinya kiamat

2. Kenapa tidak ada yang tahu ? Jawab : Karena Allah tidak memberi tahu seorang pun makhluk baik itu rasul atau malaikat.

3. Kenapa Allah tidak memberi tahu siapa pun ? Jawab : Karena Allah hanya memberikan tanda-tanda datangnya kiamat.

4. Kenapa Allah hanya memberi tahu tanda-tandanya saja ? Jawab : Agar manusia bisa terus beriman kepada Allah

5. Kenapa harus beriman kepada Allah ? Jawab : karena ketika datangnya kiamat manusia bisa mendapatkan

Rabu, 25 November 2009

Ema Rahmawati_Tugas ke-3.

Coba nulis dech….!

Bagian terburuk dari hari kemarin adalah saya tidak mengerjakan tugas yang diberikan oleh Dosen TPKI di hari kedua. Memang, tidak akan terjadi apa-apa pada diri saya. Tetapi, ternyata itu membuat pekerjaan tugas saya semakin menumpuk, karena masih ada tugas-tugas matakuliah lainnya.

Tugas TPKI ini sebenarnya mudah malah membuat kita nggak gaptek (gagap tekhnologi) bisa sambil belajar ngetik dan menggunakan fasilitas yang modern ini. Di zaman sekarang ini akan malu rasanya jika sebagai mahasiswa tidak bisa mengikuti perkembangan tekhnologi. Untuk itu kita harus bisa memanfaatkannya agar tidak ketinggalan zaman.

Selain belajar menulis karya ilmiah, mengarang, membuat makalah dan sebagainya matakuliah ini memberikan kita kesempatan seluas-luasnya untuk mengembangkan bakat menulis kita, karena di akhir semester kita dituntut untuk membuat skripsi dan karya ilmiah lainnya. Maka, dari sekarang kita harus mencoba menulis karya ilmiah supaya kita tidak kerepotan nantinya.

Ema Rahmawati_Tugas ke-2.

K I A M A T

Dua bulan yang lalu sebuah ramalan dari suku, Maya yang berada di negara belahan Amerika Serikat meramalkan bahwa akan terjadi kiamat pada tahun 2012, yang jatuh pada hari Jum’at tanggal 21 bulan 12 tahun 2012. Ramalan itu membuat sebagian manusia di belahan bumi ini tercengang, ada yang percaya dan ada pula yang tidak.

Sebagai umat Islam, kita tentu tidak boleh mempercayainya karena terjadinya kiamat itu tidak ada yang tahu kecuali hanya Allah SWT saja-lah yang mengetahuinya, Nabi dan Malaikat pun yang berada di dekat Allah SWT tidak diberi tahu kapan hari kiamat itu datang.

Fenomena itu semakin meyakinkan masyarakat setelah adanya film buatan Amerika yang berjudul 2012 karya Rolland Emmrich. Film tersebut mengisahkan terjadinya kiamat dengan berguncangnya bumi yang sangat dahsyat sehingga terbelah kemudian gedung-gedung serta rumah-rumah hancur dan rata, dari langit api berjatuhan dan terjadinya tsunami yang sangat besar.

Jika kita menelaah film kiamat tersebut, akhir ceritanya seperti kisah Nabi Nuh yang selamat dari adzab Allah SWT karena tinggal di dalam kapal. Film 2012 pun seperti itu ada 400 orang yang masih selamat di dalam kapal. Padahal, sesungguhnya pada hari kiamat nanti tidak akan ada manusia yang selamat dan tersisa. Semuanya akan binasa dan langit akan terbelah, bintang-bintang, planet-planet, komet, segala yang ada di atas langit akan berjatuhan ke bumi, matahari akan padam, bumi akan rata, gunung-gunung meletus, dan juga meluapnya api dari dasar laut.

Firman Allah SWT, dalam surat Al-Haqqoh ayat 13-15 yang artinya :
“Maka apabila sangkakala ditiup sekali tiup, dan diangkatlah bumi dan gunung-gunung, lalu dibenturkan keduanya sekali bentur, maka pada hari itu terjadilah kiamat.”

Rasulullah Saw, bersabda : “Hari kiamat tidak akan terjadi hingga tidak lagi diucapkan kalimat : “ALLAH-ALLAH, dimuka bumi.”

Sungguh, hari kiamat itu akan terjadi secara tiba-tiba dan sebaiknya dari sekarang kita mulai membenahi diri dan bertaqwa sebelum hari itu terjadi. Wallahu a’lam

Selasa, 24 November 2009

TIPS YANG PERTAMA

KUCING ……????

Saya takut binatang yang berbulu, mau itu berbulu tipis, tebal atau yang berbulu kasar ataupun lembut tetap saya tidak menyukai nya. Binatang yang paling tidak saya sukai yaitu kucing. Padahal, Nabi SAW, mengajarkan kita untuk menyayangi semua binatang termasuk kucing dan Nabi SAW juga sangat menyukai kucing.

Kucing adalah seekor hewan yang mirip dengan macan, harimau, dan singa. Hanya saja kucing bertubuh kecil, mempunyai taring, dan cakar tetapi tidak suka makan daging manusia juga hidup bersama di lingkungan manusia. Sedangkan, macan, harimau, dan singa hidup di hutan belantara yang jauh dari orang-orang karena akan membahayakan nyawa manusia. Kucing pun demikian, jika mempunyai penyakit rabies akan ditularkan pada manusia lewat gigitannya yang bisa menyebabkan kegilaan ataupun sampai meninggal.

mmm….. Mengapa saya takut dengan kucing??? Alasannya, mungkin karena bawaan sejak lahir. Makanya sampai usia saya 19 tahun ini, saya belum berani menyentuh kucing…… Jiji! ^_@